Getah karet ditentukan oleh cuaca, artinya dalam kondisi kemarau panjanglah penduduk bisa dengan leluasa memotong karet setiap minggunya, dengan demikian kebutuhan sehari-hari bisa ditutupi sedikit. Tetapi jika hari hujan, pengeluaran tidak akan seimbang dengan setoran getah karet pada toke. Utang semakin membesar.Sebagaian besar setiap rumah tangga di Rimbo bujang memiliki utang antara Rp. 2.000.000 sampai Rp. 5.000.000.Ketidak seimbangan antara kebutuhan sehari-hari dengan setoran getah tiap minggu,apalagi musim hajatan,Jalan yang ditempuh penyadap adalah dengan menjual sebagian hasil getah pada toke lain yang (orang rimbo bujang menyebutnya agen jalur).Disebut agen karena bayarnya nggak langsung alias menjualkan.Menurut mereka hanya dengan jalan seperti itu kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi.
Dalam berbisnis ini,agen jalur atau toke kecil yang biasanya juga merupakan anak buah atau kaki-tangan Tengkulak/bos2 Nakal, menghalangi toke luar masuk untuk membeli karet masyarakat. Kalau pun bisa masuk, sang toke luar hanya bisa masuk dibeberapa petani saja.Agen jalur itu memiliki bermacam cara untuk mengusir toke luar.Setelah ada pengusiran toke luar,para agen jalur nakal bisa terus menekan harga dan menentukan sebebas-bebasnya kadar air getah karet.Didesa tirta kencana atau unit 6 masih di kuasai oleh tengkulak lokal yang membeli getah karet lebih rendah dari desa-desa lain yang di masuki toke-toke besar.Desa yang dimasuki toke besar yang berani bersaing harga masayakatnya lebih maju,banyak keuntungan apabila kita menjual hasil kebun kita langsung pada toke besar,asal kita jujur sangatlah mudah bagi kita untuk menambah pendapatan kita.Para toke besar yang masuk kerimbo bujang,biasanya dari muara bungo dengan modal seabreg.Mereka menawarkan pembelian dengan harga yang lebih tinggi,menimbang timbangan petani sendiri,dan bisa memberikan pinjaman yang besar pada petani bahkan sampai ratusan juta lebih dengan syarat yang nggak ribet,cukup punya kebun dan surat hak milik.Setoran pun bisa diatur di sesuakan dengan harga dan jumlah hasil kebun,harga pun tetap sama dengan yang lain bahkan lebih tinggi dari agen jalur,di tempat yang dikuasai para agen2 jalur seperti desa unit 6 orang biasanya menjual panen dua minggu sekali,yang jelas kadar air nya rendah tapi dibeli sama harganya untuk penjualan seminggu sekali atau dua kali yang kadar air nya tinggi di daerah yang bersaing harga oleh bos2 besar,masyarakatlah yang di untungkan dengan adanya persaingan harga.Sebernanya bukan karet saja,Sawit pun demikian,ada perbedaan besar antara agen2 jalur dengan bos2 besar padahal perbedan harga ratusan rupiah saja untuk sawit sangat terasa,yang saya maksud untuk harga dengan sama kelas buahnya.Sebab harga jual sawit di tentukan umur tanaman.Sebenarnya Perlu dipikirkan jalan keluar memutuskan mata rantai peragenan getah,sawit ataupun komoditi lainnya.Sistem perekonomian yang dikuasai oleh agen ini sangat menghambat peningkatan ekonomi masyarakat.Semoga masarakat bisa menghadirkan persaingan2 harga,ataupun seperti pasar lelang memilih mana yang lebih menguntungkan.Nggak selalu membesarkan para tengkulak nakal,walau tetangga sendiri.Kalau Tetangga tentu tidak harus merugikan tetangganya ya.. nggak..??
Kamis, 01 Januari 2009
Sabtu, 27 Desember 2008
Penyadapan Kearah Atas
Produksi tanaman karet dapat ditingkatkan dengan penyadapan ke arah atas (SKA).Di samping untuk meningkatkan produksi, SKA juga dapat digunakan untuk menghindari Penyakit Kekeringan Alur Sadap Penyadapan pohon karet yang terlalu sering atau pemberian zat perangsang tumbuh seperti etherel,raptor,dll secara berlebihan dapat mengakibatkan pohon terserang mati kulit (sadap) atau kekeringan alur sadap (KAS).Banyak kerugian yang ditimbulkan.Di Rimbo bujang sepertinya banyak persepsi yang salah tentang SKA,padahal teknik SKA bisa untuk menghindari mati sadap,karena alur sadap yang posisi diatas tidak menyimpan air (lembab) yang kita tahu itu adalah media yang baik untuk tumbuh jamur. dengan menurunkan frekuensi sadap dari 1hari/1X menjadi 2/3hari/1X. Akan Memperpanjang umur ekonomi tanaman dapat dilakukan melalui penghematan pemakaian kulit dengan cara memperpendek irisan sadap. produksi dapat ditingkatkan di atas sistem sadap konvensional,dengan umur ekonomi lebih panjang.Serta hari-hari nggak selalu di kebun,bisa untuk kegiatan lain.Hasil pengamatan saya selama ini menunjukkan bahwa SKA tidak memberikan efek negatif terhadap sifat-sifat sekunder tanaman karet.(ditulis dari berbagai sumber)
Potensi Kayu Karet Varietas Unggul
Penghasil Kayu
Dengan semakin terbatasnya potensi kayu dari hutan alam maka fungsi kebun karet sebagai sumber kayu akan semakin penting pada saat ini. Untuk meraih peluang tersebut maka pemuliaan karet tidak hanya ditujukan kepada penemuan Bibit unggul penghasil getah tetapi juga sebagai penghasil kayu.Pada saat ini telah ditemukan sejumlah Varietas yang diunggulkan.Benih unggul terbaik mampu menghasilkan kayu log antara 236 sampai 288 m3 per hektar pada umur 18 th disamping produksi getah sebesar antara 1.306 sampai 2.270 kg karet kering/ha /tahun.Varietas IRR 33 lebih unggul sebagai penghasil kayu dari pada peng-hasil getah, sedangkan Varietas lainnya (IRR 30, IRR 32, IRR 39, dan IRR 54) unggul sebagai penghasil getah maupun kayu. Produktivitas kayu dari Varietas tersebut diperkirakan akan mencapai lebih dari 300 m3 per hektar apabila dipanen pada akhir umur ekonomis karet (25-30 tahun).Penemuan-penemuan terakhir di bidang pemuliaan karet menghasilkan Varietas baru yang memiliki pertumbuhan cepat, sehingga masa tanaman belum menghasilkan dapat dipersingkat dari 5 tahun menjadi 3 tahun 6 bulan. Varietas -Varietas baru tersebut diberi nama IRR (Indonesian Rubber Research) dan yang terbaik terdapat 5 Varietas yaitu IRR 100, IRR 111, IRR 112, IRR 117, dan IRR 118.Pertumbuhan kelima Varietas tersebut dalam bentuk pertumbuhan besar lingkar batang dan persentase matang sadap pada umur 3,5 tahun. Dengan kriteria siap sadap 60 persen tanaman telah mencapai ukuran lingkar batang 45 cm, jelas bahwa siap sadap kelima Varietas baru tersebut sudah tercapai pada umur 3,5 tahun. Sedangkan Varietas PR 261 sebagai pembanding diperkirakan baru mencapai matang sadap umur 4,5 tahun. Di samping waktu matang sadap lebih cepat Varietas baru ini juga memiliki potensi hasil getah dan kayu lebih tinggi dari Varietas-Varietas lain .(ditulis dari berbagai sumber)
Dengan semakin terbatasnya potensi kayu dari hutan alam maka fungsi kebun karet sebagai sumber kayu akan semakin penting pada saat ini. Untuk meraih peluang tersebut maka pemuliaan karet tidak hanya ditujukan kepada penemuan Bibit unggul penghasil getah tetapi juga sebagai penghasil kayu.Pada saat ini telah ditemukan sejumlah Varietas yang diunggulkan.Benih unggul terbaik mampu menghasilkan kayu log antara 236 sampai 288 m3 per hektar pada umur 18 th disamping produksi getah sebesar antara 1.306 sampai 2.270 kg karet kering/ha /tahun.Varietas IRR 33 lebih unggul sebagai penghasil kayu dari pada peng-hasil getah, sedangkan Varietas lainnya (IRR 30, IRR 32, IRR 39, dan IRR 54) unggul sebagai penghasil getah maupun kayu. Produktivitas kayu dari Varietas tersebut diperkirakan akan mencapai lebih dari 300 m3 per hektar apabila dipanen pada akhir umur ekonomis karet (25-30 tahun).Penemuan-penemuan terakhir di bidang pemuliaan karet menghasilkan Varietas baru yang memiliki pertumbuhan cepat, sehingga masa tanaman belum menghasilkan dapat dipersingkat dari 5 tahun menjadi 3 tahun 6 bulan. Varietas -Varietas baru tersebut diberi nama IRR (Indonesian Rubber Research) dan yang terbaik terdapat 5 Varietas yaitu IRR 100, IRR 111, IRR 112, IRR 117, dan IRR 118.Pertumbuhan kelima Varietas tersebut dalam bentuk pertumbuhan besar lingkar batang dan persentase matang sadap pada umur 3,5 tahun. Dengan kriteria siap sadap 60 persen tanaman telah mencapai ukuran lingkar batang 45 cm, jelas bahwa siap sadap kelima Varietas baru tersebut sudah tercapai pada umur 3,5 tahun. Sedangkan Varietas PR 261 sebagai pembanding diperkirakan baru mencapai matang sadap umur 4,5 tahun. Di samping waktu matang sadap lebih cepat Varietas baru ini juga memiliki potensi hasil getah dan kayu lebih tinggi dari Varietas-Varietas lain .(ditulis dari berbagai sumber)
Kamis, 25 Desember 2008
Pengendalian jamur putih pada karet
Pengendalian JAP ( Jamur akar putih) pada tanaman karet
Karet merupakan komoditas ekspor utama Jambi, dan sebagian besar dihasilkan oleh perkebunan rakyat. Jamur akar putih (JAP) menjadi penyakit utama tanaman karet yang dapat mengakibatkan penurunan produksi20-60%. tercatat dengan nilai kerugian millyar rupiah.Cendawan Trichoderma bersifat antagonis dengan JAP mampu bertahan lama di alam
Pengendalian JAP menggunakan Trichoderma dapat mengembalikan produksi secara normal, tidak mencemari lingkungan, cara aplikasi murah dan tidak mencemari lingkungan. Teknis pelaksanaan pengendalian dilakukan dengan urutan berupa: deteksi serangan JAP pada tanaman karet, perbanyakan Trichoderma untuk pengendalian, aplikasi Trichoderma kepertanaman, dan evaluasi terhadap hasil aplikasi
Teknis pelaksanaan
Mendeteksi serangan JAP pada tanaman karet.Menutup pangkal batang tanaman dengan mulsa (plastik_banyak di toko2 pertanian) pada awal musim hujan atau akhir musim huja.Lakukan pengamatan 2-3 minggu setelah pemberian mulsa.Tanaman yang terserang JAP akan terlihat ada miselia(bercak) berwarna putih yang menempel pada pangkal akar.Menggunakan media dedak pupuk dengan perbandingan 4:1.Bahan dikemas dalam kantong plastik dan dikukus selama 2 jam.Setelah dikukus dihamparkan pada rak-rak kayu yang telah disiapkan dan ditutup dengan plastik untuk menghindari kontaminasi.Setelah dingin, tutup plastik dibuka sedikit ditambahkan 10 gram belerang untuk 10 kg media.Tutup kembali plastik, media sudah ditumbuhi Trichoderma 3 hari kemudian
Aplikasi Trichoderma ke lapangan.Bersihkan tanah sekitar pangkal akar dengan radius 50-70 cm.Taburkan jamur Trichoderma dengan dosis 100 g/pohon (tanaman berumur <4 tahun) dan 200 g/pohon (tanam berumur >4 tahun).Penaburan pada pagi hari sebelum pukul 10.00 WIB dan sore hari sesudah pukul 16.00 WIB, pelaksanaannya pada musim hujan.Setelah penaburan Trichoderma, ditutup dengan tanah
.Setelah dilakukan tata cara diatas,lalu tanaman dipupuk dengan 200 g NPK/pohon.Tanaman yang terserang berat sulit dikendalikan dengan Trichoderma,satu-satunya cara langsung dibongkar dan dibakar serta diberi parit isolasi.Lakukan pengamatan pada tanaman 3 bulan setelah mengaplikasikan.Untuk memudahkan pengamatan dilakukan pemulsaan ulang selama 2-3 minggu.Bila misellia yang menempel pada akar berwarna putih telah hilang, penyembuhan telah terjadi
(Ditulis dari berbagai Sumber)
Karet merupakan komoditas ekspor utama Jambi, dan sebagian besar dihasilkan oleh perkebunan rakyat. Jamur akar putih (JAP) menjadi penyakit utama tanaman karet yang dapat mengakibatkan penurunan produksi20-60%. tercatat dengan nilai kerugian millyar rupiah.Cendawan Trichoderma bersifat antagonis dengan JAP mampu bertahan lama di alam
Pengendalian JAP menggunakan Trichoderma dapat mengembalikan produksi secara normal, tidak mencemari lingkungan, cara aplikasi murah dan tidak mencemari lingkungan. Teknis pelaksanaan pengendalian dilakukan dengan urutan berupa: deteksi serangan JAP pada tanaman karet, perbanyakan Trichoderma untuk pengendalian, aplikasi Trichoderma kepertanaman, dan evaluasi terhadap hasil aplikasi
Teknis pelaksanaan
Mendeteksi serangan JAP pada tanaman karet.Menutup pangkal batang tanaman dengan mulsa (plastik_banyak di toko2 pertanian) pada awal musim hujan atau akhir musim huja.Lakukan pengamatan 2-3 minggu setelah pemberian mulsa.Tanaman yang terserang JAP akan terlihat ada miselia(bercak) berwarna putih yang menempel pada pangkal akar.Menggunakan media dedak pupuk dengan perbandingan 4:1.Bahan dikemas dalam kantong plastik dan dikukus selama 2 jam.Setelah dikukus dihamparkan pada rak-rak kayu yang telah disiapkan dan ditutup dengan plastik untuk menghindari kontaminasi.Setelah dingin, tutup plastik dibuka sedikit ditambahkan 10 gram belerang untuk 10 kg media.Tutup kembali plastik, media sudah ditumbuhi Trichoderma 3 hari kemudian
Aplikasi Trichoderma ke lapangan.Bersihkan tanah sekitar pangkal akar dengan radius 50-70 cm.Taburkan jamur Trichoderma dengan dosis 100 g/pohon (tanaman berumur <4 tahun) dan 200 g/pohon (tanam berumur >4 tahun).Penaburan pada pagi hari sebelum pukul 10.00 WIB dan sore hari sesudah pukul 16.00 WIB, pelaksanaannya pada musim hujan.Setelah penaburan Trichoderma, ditutup dengan tanah
.Setelah dilakukan tata cara diatas,lalu tanaman dipupuk dengan 200 g NPK/pohon.Tanaman yang terserang berat sulit dikendalikan dengan Trichoderma,satu-satunya cara langsung dibongkar dan dibakar serta diberi parit isolasi.Lakukan pengamatan pada tanaman 3 bulan setelah mengaplikasikan.Untuk memudahkan pengamatan dilakukan pemulsaan ulang selama 2-3 minggu.Bila misellia yang menempel pada akar berwarna putih telah hilang, penyembuhan telah terjadi
(Ditulis dari berbagai Sumber)
Langganan:
Postingan (Atom)
